Paul si Gurita Peramal

11 July 2010

Tujuh Kali Kesempatan, Prediksi Gurita Paul Tepat!

image

telegraph.co.uk

Berlin, CyberNews. Menangnya Jerman atas Uruguay dalam perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2010 di Port Elizabeth, Sabtu (10/7), dengan skor 3-2 semakin membuktikan ketepatan ramalan gurita Paul.

Sehari sebelum pertandingan, Paul di rumahnya Sea Life Center di Oberhausen, menebak Panzer akan memenangi pertandingan itu. Tak satu pun ramalan Paul yang meleset dari tujuh kali kesempatan yang diberikan selama perhelatan ajang pertandingan sepakbola terakbar itu.

Sementara, pada final antara Belanda melawan Spanyol, gurita berusia 2 tahun itu telah memilih Spanyol sebagai pemenang.

Sebelumnya pada final Piala Eropa 2008, prediksi Paul sempat meleset. Saat itu ia memilih Jerman bisa memenangi Spanyol, namun hasilnya justru berkebalikan.


http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2010/07/11/59319/Tujuh-Kali-Kesempatan-Prediksi-Gurita-Paul-Tepat

Filed in Academic at 3:48 am

no comments

Cerpen Ku

29 June 2010

Berawal dari tugas Aplikasi Desain Grafis …

Ternyata membuat cerpen mengasikan juga …

Sebuah Pengorbanan

Saat ini Zalfa berusia 15 tahun, Zalfa tumbuh dan besar oleh didikan mba Yuni. Mba Yuni adalah seorang pembantu rumah tangga yang sangat dipercaya oleh kedua orangtua Zalfa. Dia yang selalu sabar dan sangat memperhatikan Zalfa sejak kecil. Bagi Zalfa Mba Yuni adalah pengganti orangtuanya, karena orangtua Zalfa selalu sibuk bekerja, dan hanya sebulan sekali datang untuk menemui Zalfa.

Zalfa sarapan dulu sayang ? Kamu harus coba resep baru Mba!” Ucap Mba Yuni

Ya Mba tunggu sebentar ( Zalfa menuju ke ruang makan).” Ucap Zalfa

Sini sayang, Mba sudah siapkan makanannya. Kamu ingat nggak hari ini nenek ulang tahun?Ucap Mba Yuni

Apa Zalfa masih dianggap sebagai cucunya nenek, Mba?Tanya Zalfa

Kamu kok tanyanya gitu sayang? Ya jelas dong, nenek pasti menganggap kamu cucunya itu semua karena nenek sayang sama Zalfa seperti mba sayang sama Zalfa.

Ucap Mba Yuni

Mba Yuni bohong Zalfa sudah tahu semuanya mba, Mba Yuni tahukan sejak Zalfa kecil nenek nggak pernah mengunjungi Zalfa. Jangankan nenek orangtua Zalfa saja seakan tidak perduli dengan Zalfa.” Zalfa menahan amarah di dalam hati

Mba Yuni terdiam seakan semua yang Zalfa katakan benar. Dia menutup rapat-rapat semua rahasia yang dia ketahui. Karena sebelum ikut dengan orangtua Zalfa lebih dulu Mba Yuni ikut dengan Nenek Zalfa. Mba Yuni mengetahui semua permasalahan yang terjadi di keluarga Zalfa.

Tuh kan pasti Mba Yuni nggak bisa menjawab, Zalfa sudah duga ada sesuatu yang Mba Yuni sembunyikan dari Zalfa entah itu apa. Kalau begitu Zalfa berangkat sekolah saja daripada Zalfa harus melihat Mba Yuni yang selalu berdiri seperti patung saat Zalfa membicarakan nenek, ayah, dan ibu yang sudah tidak sayang sama Zalfa.Ucap Zalfa

Zalfa langsung berdiri dari kursi makan dan melewati Mba Yuni tanpa berpamitan.

Neng, ayo kita berangkat nanti terlambat ke sekolah? Nanti Bapak dimarahin sama juragan.” Tanya Pak Kadir

Sudah Pak Kadir nggak usah pikirin, Pak Kadir nggak akan dimarahin sama siapa-siapa percaya sama Zalfa. Pak Kadir harus bantu Zalfa, Bapak nggak mau kan kalau Zalfa sampai sekarang hanya jadi perempuan yang nggak bisa apa-apa.Ucap Zalfa

Terus Neng Zalfa mau berangkat sama siapa dan naik apa neng? Naik Taksi, Ojek atau apa Neng ? Nanti biar Bapak yang akan panggilkan.Ucap Pak Kadir

Hari ini Zalfa ingin ke sekolah jalan kaki. Sudah Pak Kadir nggak usah khawatir inget yah Bapak jangan bilang-bilang sama Mba Yuni, Nanti Zalfa bisa kena marah.” Ucap Zalfa

Zalfa berjalan dengan santai mengikuti langkahnya dengan kakinya yang mulus dan putih tanpa noda sedikitpun. Hari ini Zalfa tidak masuk ke sekola,h Zalfa hanya mengelilingi kota Jakarta dan melihat pemandangannya Zalfa mendapat kebebasan yang selama ini tidak pernah didapatkannya. Selama ini hanya bosan, itu yang selalu ada di dalam pikirannya hanya bangun pagi, siap-siap ke sekolah, diantar Pak Kadir dijemput lagi mungkin hanya itu yang Zalfa rasakan setiap hari. Tidak ada tantangan hampir selama hidupnya.

Tidak terasa malam telah tiba dan Zalfa belum juga tiba dirumah. Mba Yuni sangat khawatir dengan keadaan Zalfa. Mba Yuni menunggu di depan rumah untuk menunggu Zalfa sampai ke rumah.

Kring…kring…kring… suara telepon berbunyi. Mba Yuni langsung masuk kedalam dan segera mengangkat telepon itu.

Hallo?” Ucap Mba Yuni

Yun ini ibu, Zalfa sudah tidur Yun?” Ucap Ibu Zalfa

Oh ini ibu, iya bu Neng Zalfa sudah tidur.” Ucap Mba Yuni berbohong

Ya sudah, nggak apa-apa. Yang penting Zalfa sehat kan Yun?” Tanya Ibu Zalfa

Ya bu, Neng Zalfa sehat kok.” Ucap Mba Yuni.

Oke jangan lupa kasihtahu Zalfa kalau saya dan bapak akan datang lusa.” Ucap Ibu Zalfa

Iya bu baik.” Mba Yuni langsung menutup telepon itu

Terdengar suara langkah kaki seseorang naik tangga. Mba Yuni langsung menyalakan lampu dan menghampirinya.

Kamu dari mana sayang?” Tanya Mba Yuni

Aku habis menjernihkan pikiranku, jujur aku sangat jenuh dengan fasilitas yang ayah dan ibu berikan. Yang aku butuh adalah keluarga yang harmonis seperti teman-teman yang lainnya. Aku ingin ayah dan ibu bisa selalu mendampingi aku saat aku butuh mereka.” Ucap Zalfa dengan air mata yang menetesi pipinya yang chuby

Sayang kamu nggak boleh bicara seperti itu, kamu tahu kan kalau ibu dan ayah mengurus perusahaan keluarga di Luar Negeri.” Ucap Mba Yuni

Kenapa perasaan hatiku mengatakan ada sesuatu yang Mba rahasiakan tentang semua ini. Mba Yuni mau kan menceritakan semuanya dengan Zalfa. Zalfa sudah besar Mba, Zalfa harus tahu semuanya yang telah terjadi?” Ucap Zalfa

Sudah malam kamu tidur yah, besok kan kamu sekolah sayang!” Ucap Mba Yuni memotong pembicaraan Zalfa

Zalfa bangun sayang ada yang ingin Mba bicarakan sama kamu. Semalam Ibu telepon katanya Ibu dan Ayah akan datang besok. Kamu pasti senang kan sayang?” Tanya Mba Yuni

Aku berangkat sekolah dulu ya Mba.” Zalfa berpamitan dengan Mba Yuni

Zalfa tidak menanggapi pembicaraan Mba Yuni sedikitpun. Suasana hati Zalfa menjadi kesal ketika Mba Yuni bilang kalau Ibu dan Ayahnya akan datang besok. Tidak sedikitpun kebahagiaan terpancar dari diri Zalfa.

Tuk..tuk..tuk ( suara itu terdengar dari pintu depan ). Ya tunggu sebentar!” Ucap Mba Yuni

Ketika Mba Yuni membukakan pintunya ternyata yang datang adalah Ayah dan Ibu Zalfa. Seketika Mba Yuni tidak kuasa untuk menahan tangis Mba Yuni langsung memeluk Ibu Zalfa. Mba Yuni mengajak Ibu Zalfa untuk membicarakan sesuatu di Ruang Belakang.

Yun kamu kenapa kok menangis?” Tanya Ibu Zalfa

Saya tidak tahan, setiap hari Zalfa selalu menangis di kamar Bu, saya kira Zalfa sudah cukup besar Bu untuk mengetahui semuanya. Saya benar-benar bisa merasakan apa yang Zalfa rasakan sekarang. Dia sangat kesepian Bu, dia sangat butuh perhatian dan kasih sayang Ibu juga Bapak.” Cerita Mba Yuni

Andai saja Zalfa tahu yang sebenarnya terjadi. Bukan saya tidak ingin selalu disampingnya, bukan saya tidak ingin merawatnya tetapi apa daya saya Yun. Saya hanya wanita miskin yang tidak punya apa-apa tetapi sekarang kamu lihat Yun, Zalfa hidup sangat mewah dan yang paling terpenting Zalfa mendapatkan pendidikan yang tinggi.Ucap Ibu Zalfa

Ibu, yang Zalfa inginkan bukan harta atau fasilitas yang lengkap. Hanya satu yang dia inginkan, Yaitu memiliki keluarga yang harmonis seperti teman-teman yang lainnya.” Ucap Mba Yuni

Yun kamu tahukan saya sudah bercerai saat Zalfa berusia 1 bulan. Semua ini terjadi karena hubungan kami yang tidak pernah disetujui karena perbedaan latar belakang ekonomi keluarga ditambah saya melahirkan seorang anak perempuan yang tidak sesuai dengan keinginan Ibu Mertua saya. Seandainya saya bisa memberikan keturunan lagi tapi itu sungguh tidak mungkin Yun, sejak saya tahu saya mengidap penyakit kista 1 tahun setelah Zalfa dilahirkan, kemudian rahim saya diangkat. Sungguh semua ini salah saya Yun.” Cerita Ibu Zalfa dengan berurai air mata

Mulai saat itu saya bertekad kalau Zalfa harus mendapatkan pendidikan yang tinggi supaya kelak dia bisa menjadi apa yang neneknya cita-citakan.” Tambah Ibu Zalfa

Tiba-tiba terdengar suara tangisan dari samping Ruangan

Zalfa menghampiri ibunya..

Ibu.. Zalfa sudah dengar semuanya. Zalfa minta maaf Bu kalau selama ini Zalfa hanya menuduh bahwa Ibu tidak sayang sama Zalfa. Zalfa janji Bu, Zalfa pasti bisa menjadi yang nenek inginkan, Zalfa pasti bisa membahagiakan Ibu. Semua yang Ibu korbankan untuk Zalfa sudah terlalu banyak ibu mengorbankan hati Ibu, harga diri Ibu. Zalfa baru sadar Bu penyampaian sayang seseorang itu berbeda-beda dan ini rasa sayang yang Ibu dan Ayah berikan untuk Zalfa dengan semua kehidupan dan pendidikan yang tinggi.” Ucap Zalfa dengan air mata yang membasahi pipinya

Kemudian Zalfa mencari Ayahnya yang sedang duduk di Taman Depan

Ayah ada yang ingin Zalfa sampaikan sama Ayah?”

Apa sayang?”

Aku sudah tahu semuanya. Tidak sengaja aku mendengarkan pembicaraan Ibu dengan Mba Yuni di Ruangan Belakang tadi.”

Ya mas, mungkin ini memang saatnya Zalfa mengetahui semuanya yang terjadi. Mudah-mudahan ini adalah jalan yang terbaik.”

Tapi kenapa Ibu dan Ayah harus bercerai bukankah Ayah dan Ibu saling mencintai?”

Cinta saja seakan tidak cukup kalau diantara cinta Ibu dan Ayah harus ada yang terluka yaitu Nenek kamu sayang?Ucap Ibu

Ibu sangat menghormati nenek kamu sampai saat ini. Kamu juga harus menghormati dia Zalfa karena biar bagaimanapun dia tetap Ibu dari ayah kandung kamu.”

Aku ingin bertemu dengan nenek Bu, selama ini Zalfa belum pernah bertemu dengannya?”

Ya sayang, besok kita akan menjenguk nenek .” Ucap Ibu

Hari yang Zalfa tunggu telah tiba…

Zalfa sangat bersemangat bertemu dengan nenek. Sampai pada akhirnya Zalfa dan nenek bertemu. Nenek sekarang sudah sangat tidak bertenaga seperti dulu. Sekarang, dia tidak bisa lagi mengangkat atau menggerakan anggota tubuhnya. Nenek lumpuh karena penyakit struk yang menyerangnya 2 tahun belakangan ini.

Nek, Zalfa sangat kangen sama nenek. Sejak Zalfa kecil Zalfa sangat ingin bertemu dengan nenek tetapi baru sekarang Allah mengizinkan kita berdua bertemu. Zalfa sangat bahagia sekali.” Ucap Zalfa dengan memeluk erat tubuh nenek yang sudah tidak berdaya

Maafkan nenek Zalfa, ini semua benar-benar kesalahan nenek. Nenek telah mengambil kebahagiaan kamu. Sifat nenek yang sangat keras dan sombong sudah membuat rumah tangga ibu dan ayah kamu berakhir, sungguh nenek sangat menyesal. Mungkin Allah telah membalas semua yang telah nenek lakukan pada ibu kamu melalui penyakit ini. Tapi nenek sangat bangga mempunyai cucu sebaik kamu.” Ucap nenek dengan uraian air mata dan suara lemasnya

Astrid.” Panggil nenek kepada ibuku

Aku juga ingin minta maaf dengan kamu, aku merasa malu dengan sikap aku yang terlalu otoriter. Dulu aku terlalu sombong sampai-sampai aku tidak menerima kamu menjadi menantuku.” Ucap nenek kepada ibuku

Aku sudah memaafkan semuanya bu, aku yakin saat-saat seperti ini akan tiba. Cintaku dengan ayah Zalfa sangat besar begitupun cinta aku kepada ibu. Aku sangat menghormati ibu.” Ucap Ibu

Kamu benar-benar mempunyai hati yang sangat baik, kamu masih mau menghormati orang yang telah menghancurkan kebahagiaan kamu.” Ucap nenek

Sudahlah bu tidak ada gunanya kita melihat yang sudah terjadi lebih baik kita memulai semuanya dari awal kita harus melupakan semuanya yang telah terjadi.” Ucap ibu

Nenek benar-benar merasakan kehangatan dari sebuah keluarga yang sudah lama tidak dirasakannya. Ayah dan Ibu pun langsung memeluk aku dan juga nenek.

Hari ini merupakan hari yang tidak akan terlupakan bagi Aku, Ayah, Ibu dan juga Nenek. Hari ini merupakan awal kebahagiaan kami semua dimulai. Semuanya berakhir dengan kebahagiaan yaitu Ayah dan Ibu bersatu kembali dan kami semua tinggal bersama di rumah nenek. Keikhlasan adalah kunci yang membuat kami semua kembali menyatu menjadi keluarga yang harmonis. Terima kasih ya Allah Kau telah menyatukan kembali keluargaku…

Kasi comment ya …

Filed in Academic at 10:00 pm

no comments